Selasa, 20 Agustus 2013

reporting... :D


Name : Jam’iyyatul Khoiriyah
38 / Accounting Department 2
English Asignment

ON THE JOB TRAINING
On The job training program is an activity done by the students to get experiences in subjects in the real work world. It’s usefull to make an implementation between theory that they’ve got and do some practice to make sure that they have received and understood their theory. Job Training is an obligatory subject for all second grade students of Vocational High School 1 Malang. They must fullfill about 4 month to do job training in the chosen institute or company. The job training which is done by students in a company or an institution should be in line with the department chosen by the student. There are seven department in the Vocational High School 1 Malang; they are Administration Office Department, Accounting Department, Marketing Department, Tourism Department, Computer Technic and Networking Department, Audio Video Technic Department, and Agribusiness Department. And I’m in Accounting Department.
As accounting student, I was placed in Bank Tabungan Negara Branch Malang that I had choose before. It is on Ade Irma Suryani Street No. 2-4 Malang. In BTN Malang, there’s a specialisation for doing many kind of job, such as Loan Admin, Loan Service, General Business Administration, Customer Service, Transaction Processing Unit, Accounting, etc.
Luckily, I was placed in Loan Admin – Document. It’s on the basic floor and it’s the most sacred place. There are 4 official staffs in LAD when I did Job Training. They are Mr. Winarno as LAD sub-unit head. As the head of this unit, he is the one who determine any decision and handle all of LAD’s general activity and analysing document which are fullfill requirement to make credit agreement.  Mrs. Tri as his vice,  her job is entering data of customers on computer. She always focus on his job and give all consentration, until she looks so terrible. And then, Mr. Djuritno as the debcoleptor for undicipline document. The last, Mr. Heru as the staff that always keep all the document clear, beside, he is the one which is the most care person for Job Training students like us.
There are many things to do in LAD. But generally, LAD job is saving many important document and certificate that have material value as the guarantee. Without these guarantee, customers can’t make a credit agreement. That’s why LAD which is the most important unit called as the heart of this company. Without LAD unit, this Bank surely imperfect. It can’t save material and important document as the guarantee properly and safely. Beside keep all of these important document and guarantee, LAD unit help Loan Service unit to make a proof of payment when cusromers had payed their payable.
To do those kind of job, I was accompanied by my friend, Nila. Ofcourse the official staffs guide and help us during job training. We had to start work at 07.30 AM. The first job to start our whole job everyday is registering proof of repayment from customers the day before. We had to do this kind of job when all the official staffs doing Pola Prima (a Pattern of Excellent). As time goes by, one by one request and order come. I and Nila worked together and helped for each other. When I served the settlement of customers, Nila was copying the documents. When I do Kredit Yasa Griya, Nila served the settlement of customers. Etc. And absolutely, we either help our Boss whatever they ordered to us.
Our daily and patent activiy is making proof of payment. It was by entering customers data to greenscreen program on computer and follow the instruction on it.  Enter the data correctly and print, done! The data we’re entered will compare with the source data that had been entering by Mrs. Tri. That’s why she always need full focus to do her job.
The climax of our job is on the end of the month. We had to help our Boss to make a final report of the month. We had to print LAT DAT (Luar Ambang Toleransi dan Dalam Ambang Toleransi). LAT DAT is a settlement that contain of late document and guarantee list who had made by notary. It shows which document and which notary who were late depositing their duty. After print it out, we submitted our LAT DAT settlement to our Boss.
During these whole job, we got meal time at 12.00 AM until 01.00 PM and we had to finish our job at 05.00 PM, except at the end of the month. Sometime we should involve overtime working with our Boss to serve final report of the month.
I was very enjoying on the job training. Beside I got so much experience, I got many new friends and partners during job training. These kind of activity and experience surely can’t lose from my memory. I gave my big thanks to all of my partners. From this training, I feel that I was great could worked with all these staffs and elaborated these business world.
If I could back on this training, of course I will never careless to every job that is ordered to me, and I will take a meaning for every moment. Never be a lazy, and always responsible to every command and rules. I hope for the future, our school can give us the company that suitable with our competency and skill. Beside, the company should teach the participan of job training to be a profesional worker patiently.
That’s all about my experience during on the job training. Thank you for every attantion :)


Selasa, 02 Juli 2013

Perpajakan - Semangat belajaaar!! ^^9


Menurut saya, materi perpajakan lumayan rumit. Oleh karena itu, setelah mempelajari materi ini, saya mencoba mengulas kembali. Apabila ada kesalahan, harap dimaklumi dan sadarkan saya untuk kembali ke jalan yang benar. Hehe..

PAJAK adalah iuran dari rakyat yang dibayarkan ke kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan tanpa ada imbalan balas jasa (kontraprestasi) secara langsung dan digunakan untuk pengeluaran umum negara.

Fungsi Pajak ada 2, yaitu :
1.       Fungsi Budgetair (fungsi pendanaan) : pajak digunakan sebagai pengeluaran umum suatu negara. Misal : bantuan operasional, rakyat miskin, atau bantuan kesehatan, dll.
2.       Fungsi Regular (fungsi mengatur) : pajak sebagai alat mengatur sesuai dengan kebijakan pemerintah kepada rakyatnya dalam bidang ekonomi maupun sosial. Misal :
·         pengenaan pajak yang tinggi pada jual beli minuman keras, diharapkan mampu mengurangi tingkat konsumsi minuman keras.
·         Pengenaan pajak yang tinggi pada barang-barang mewah untuk mengurangi tindakan konsumtif
·         Pajak 0% pada kegiatan ekspor untuk mendorong kegiatan ekspor rakyat Indonesia

SYARAT PEMUNGUTAN PAJAK :
1.       Syarat Keadilan : dalam pelaksanaannya, pemungutan pajak harus dikenakan pada seluruh lapisan masyarakat secara umum dan merata dengan adil sesuai dengan kemampuan masing-masing.
2.       Syarat Yuridis : pengenaan pajak telah ditentukan dalam undang-undang. Undang-undang ini sebagai jaminan hukum untuk menyatakan keadilan baik untuk negara ataupun warganya.
3.       Syarat Ekonomis : Pengenaan pajak tidak akan mengendorkan kegiatan perekonomian rakyat.
4.       Syarat Finansiil : biaya yang dikeluarkan untuk pemungutan pajak harus dapat ditekan sehingga tidak lebih besar dari hasil pemungutannya.
5.       Syarat Kesederhanaan : Pemungutan pajak dilakukan sesederhana mungkin untuk mempermudah Wajib Pajak melakukan kewajibannya.

SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK :
1.       Official Assessment System : Sistem pemungutan pajak dimana ada kewenangan oleh pemerintah (fiskus) menentukan besar kecilnya pajak terutang bagi Wajib Pajak.
2.       Self Assessment System : Sistem pemungutan pajak ini diterapkan oleh Indonesia. Sistem ini memberikan kewenangan sendiri untuk Wajib Pajak menentukan besar kecilnya pajak terutang. Wajib Pajak aktif menghitung, menyetorkan, melaporkan sendiri pajak yang terutang. Sedangkan fiskus tidak ikut campur, hanya mengawasi.
3.       Withholding System :  Sistem pemungutan pajak dengan mengandalkan pihak ketiga untuk menentukan besar kecilnya pajak terutang bagi wajib pajak.  Pihak ketiga bukan fiskus maupun wajib pajak itu sendiri.

TARIF PAJAK ada 4, yaitu :
1.       Tarif Proporsional : prosentase (%) pajak tetap terhadap berapapun nominal yang dikenakan. Sehingga tarif pajak sebanding dengan nilai nominal yang dikenai pajak.
misal : Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10% pada tiap produk dengan harga (nominal) yang berbeda.
2.       Tarif Tetap : tarif pajak tetap terhadapa berapapun nilai nominal yang dikenai pajak.
Misal: dikenakan pajak sebesar Rp 3.000,- untuk Bea Materai Bilyet Giro atau cek.
3.       Tarif Progresif : besar prosentase tarif pajak sesuai dengan besar kecilnya nilai yang dikenai pajak. Semakin besar nilai nominal, semakin besar pula prosen (%) yang ditetapkan.
Misal : Pajak Penghasilan WP pribadi dalam negeri.
4.       Tarif Degresif : semakin besar nilai nominal semakin kecil prosentase tarif yang dikenakan. Pengenaan tarif ini jarang sekali digunakan.

TIMBULNYA PAJAK :
1.       Asas Formiil : adanya Surat Ketetapan Pajak dari fiskus sehingga Wajib Pajak diwajibkan segera membayar sesuai ketentuan. Asas ini diterapkan oleh Official Assessment System.
2.       Asas Materiil : adanya peraturan perundang-undangan. Timbulnya pajak karena WP melakukan perbuatan atau kegiatan tertentu. Sehingga sesuai dengan UU, Wajib Pajak berkewajiban menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak terutangnya. (Self Assessment System)

TERHAPUSNYA / HILANGNYA KEWAJIBAN PAJAK :
1.       Pembayaran. Jelas, setelah terjadi pembayaran pajak terhapus sudah pajak terutang.
2.       Kompensasi. Misal : suatu perusahaan tahun kemarin memiliki kelebihan (pembayaran) pajak, maka tahun ini, sebagian pajak terutangnya akan terhapus dengan adanya kelebihan pajak tahun lalu.
3.       Daluwarsa. Hak untuk melakukan penagihan pajak akan berakhir/ terhapus setelah 5 tahun sejak terutangnya kewajiban pajak, kecuali kalau WP melakukan tindak pidana perpajakan daerah.
4.       Penghapusan atau Pembebasan. Terjadi apabila WP tidak mampu membayar kewajiban pajaknya, misalnya penghasilan WP tidak mencapai Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Nomor Pokok Wajib Pajak : nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana administrasi dalam pembayaran pajak atau sebagai tanda pengenal Wajib Pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya.
Apabila seorang Wajib Pajak tidak memiliki atau belum mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP, maka pembayaran pajaknya minimal akan lebih besar 100% (2x lipat) dari pajak terutang sebenarnya dan paling banyak 4x jumlah pajak terutang.

Guruku pernah bilang, "Di Dunia ini ada 2 hal yang tidak bisa kita hindari, yang pertama Kematian dan yang Kedua adalah Pajak!" -___-

Keep Spirit ! ^^9

Minggu, 30 Juni 2013

See ya My 'Wow' June :)


- Just a Story :)

Bulan Juni ku telah berakhir. Sebulan ini aku menulis ceritaku secara umum di blog ini. Bukannya bulan ini paling spesial, bukan.. semua hari, semua bulan, semua tahun itu spesial. Tak ada beda. Hanya saja, banyak hal yang perlu ku ingat-ingat. Karena kau tau, aku ini anak yang cuek bebek. Kejadian kemarin saja bisa langsung terlupakan. Oleh karena itu, agar memory-memory kejadian ini tidak begitu saja lenyap terhidden di sudut otakku, aku ingin mempatenkan memory ini di otakku atau bahkan di titik hatiku. Nilai plusnya, blogku semakin penuh. Hehe..

Di bulan Juni ini, ada banyak kejutan yang membuat hatiku naik turun. Mulai dari kejadian UKK yang menguras IQ dan EQ. Rentetan kejadian di Balai Pelatihan ; pertemuan dengan keluarga baru selama 1 minggu, kakek penjual balon, penambahan materi EQ dan IQ, dan banyak lagi (lupa.. nahloh?)

Pada Bulan Juni tahun ini pula, aku berumur 17 tahun. Sebagian orang menganggap bahwa umur 17 is something special. Tapi sampai sekarang, aku belum tau kenapa 17 tahun dianggap begitu special? Di precious-kan. dan tak jarang peringatan ulang tahun paling meriah adalah pada ulang tahun ke-17. Dan aku akui, aku pun terkadang terseret pada kebiasaan seperti ini.

Tepat pukul 00.01 (Fri, 21/06) di Ma’had tercinta. Aku tenang di pusaran mimpi-mimpiku.. Tiba-tiba seseorang mengusik tidurku. Aku masih bertahan di pusaran mimpi, enggan membuka mata. Namun kemudian disusul dengan hawa dingin yang mampu menusuk tulang, menembus selimutku. Terpaksa aku berpindah ke dimensi yang sebenarnya meninggalkan pusaran mimpi. Kudapati pintu kamar terbuka. Setengah sadar, beberapa orang berdiri di depan pintu. Gelap, hitam. Tak jelas siapa mereka. Kaget atau barangkali takut, aku langsung terduduk. 2 lilin menyembul keluar dari belakang mereka. Kue tart! Terlihat jelas, Dea yang membawanya.. Dan dari cahaya lilin itu, aku tau siapa mereka, Rada teman sekamarku, Vivi, Ikha, Mia, Putri, Rania,... teman 1 ma’had. Speechless. Tanpa sadar, mulutku menganga lebar. Seseorang dari mereka menyalakan lampu, menyanyi Happy Birthday untukku. Ah, terharuu...

Mereka perhatian sekali.. dan ternyata seseorang yang pertama kali mengusik tidurku, mbak Nasha membawa setumpuk kado dan menjatuhkan dirinya tepat di sebelahku. Mangap lagi. Benar benar speechless.

Kue tart mendekat.. coklat.. mereka tau apa kesukaanku.. aku berdoa.. yang terbaik untuk kita.. 2 lilin itu pun padam. Pemotongan kue, dan sejurus kemudian.. krim krim coklat mendarat di pipi dan lengan tanganku. Oh aku sayang kalian.. Pembalasan!

Akhirnya, dengan sadar diri, dan sadar kalau ini tengah malam, kami segera menghentikan pertempuran dan berakhir di kamar mandi..

Keesokan harinya, penerimaan raport. Deg-deg-an bukan main. Tahun ini aku banyak membuat ulah. Takut kalau-kalau terjadi penurunan pada raport kenaikanku. Finally... jeng..jeng... tak ada penurunan. Peningkatan adanya.. kok bisa?? Masyaallah.. Alhamdulilllaah... leganya..
 Menjelang siang, sepupuku datang ke ma’had. Hadiah ulang tahun kedua, dia menginap (pondok kilat) selama 1 minggu di sini. Aku dapat teman sepermainan, sepergilaan, dan sepergejean. Yeah!

Seminggu di ma’had, saudaraku pulang. Aku juga berencana pulang. Tapi, ada batu besar menghadang. Tugas dan amanah yang harus aku kerjakan. Tugas ini lebih penting daripada kepulanganku. Akan lebih banyak maslahah daripada mudharat nya. Dan aku bangga diberi amanah ini. Meskipun, di balik batu besar ini, aku tak mempu menahan rasa kangen yang meluap-luap pada keluarga, rumah, kawan.. Rasa yang susah payah aku tahan selama 5 bulan. Hanya tangis yang mengungkapkan kekecewaanku. Air mata ini ungkapan dari kekecewaan dan rasa banggaku. Sampai saat ini, aku masih bertahan di sini. Tidak mau menyerah karena tidak bisa menyerah. .

Tidak akan bisa menyerah..

“Didn’t make sense to live for fun. Your brain gets smart but your head gets dumb. So much to do, so much to see. So, what’s wrong with taking the backstreet? You’ll never know if you don’t go. You’ll never shine if you don’t glow..” – All Stars, Smash Mouth

Kakek Penjual Balon Emoticon - Take a Meaning


#Wondrous June

Tue, 11/06/13

Sekitar pukul  08.00 pm, aku dan teman-temanku pulang dari Royal Mall di kawasan Ketintang, Surabaya. Di tengah perjalanan, tepatnya di pertigaan jalan sekitar Royal situ (lupa nama jalannya, hehe) aku bertemu dengan seorang kakek penjual balon emoticon. Beliau nampak ringkih dengan peluh dan guratan-guratan lelah di keningnya, beliau menyungging senyum yang membuat hatiku miris dan entahlah, iba. Beliau mengenakan baju yang tampak lusuh, menyodorkan balon-balon yang ia pegang kepada siapa saja yang lewat. Kulihat dari kejauhan, tak ada yang memperhatikan. Seakan kakek itu tak ada, seperti angin lalu saja. Meskipun begitu, tetap senyum syukur tersungging di bibirnya. Kilau cahaya semangat terpapar jelas dari matanya. Tak kenal lelah. Tak peduli sampai kapan beliau berdiri di sana dengan balon-balonnya, tetap dengan kilau semangat yang sama. Senyum yang sama.

Kupercepat langkahku, sehingga teman di sebelahku mengikutiku dengan langkah lebih cepat. Dia bertanya-tanya, dan hanya kujawab sekenanya saja. Perhatianku terfokus pada kakek. Semakin dekat dan semakin jelas kersik di matanya. Beliau sedikit sangkuk. Keriputnya seperti aliran sungai. Sang kakek tersenyum padaku, aku pun membalas tersenyum. Beliau menyodorkan balon warna kuning itu, “Ya, saya beli 1 ya, Pak..” Masyaallah.. senyumnya semakin merekah.

“Alhamdulillah.. terimakasih mbak..” Hatiku serasa ditusuk. Aku yakin, teman di sebelahku pun merasakan hal yang sama. Tampak peluh keringat di pelipis kakek. Kulitnya hitam, kulit seorang pekerja keras. Beliau seorang pahlawan. Ya. Usahalah yang menentukan layaknya seseorang disebut Pahlawan.

 Aku menelan ludah berkali-kali menahan agar air mataku tidak keluar. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya senyum yang kupaksa agar tidak menangis di depan kakek. Setelah kubayar, aku langsung pergi. Menjauh dari sang kakek, setetes air mata turun. Kemudian di susul tetesan berikutnya dan berikutnya. Ya Allah.. berikan rezeki yang barokah untuk beliau..

Melihat pemandangan seperti tadi, mengingatkan pada kakekku di rumah. Aku tidak bisa membayangkan kalau seandainya itu tadi kakekku. Na’udzubillah ya Allah..

Masa tua harusnya dihabiskan di rumah bersama anak cucu tercinta. Mengapa kakek tadi masih bekerja keras seperti itu? Sampai larut malam? Di mana anak cucunya? Mengapa mereka membiarkan orang tuanya banting tulang sekeras itu? Apa yang mereka lakukan selama ini? Harusnya mereka bisa meringankan beban si kakek setidaknya membalas apa yang telah kakek berikan selama mereka kecil..

Perjuangan kakek tadi secara langsung maupun tidak langsung mampu menyentil satu sisi dalam hatiku. Beliau memberikanku pelajaran tentang “Kerja Keras, Usaha, Ikhlas, Tekad, dan Niat” Begitu besar arti 5 item di atas kalau aku bisa mengelolanya dengan baik. Dari 5 item, seseorang bisa sukses meraih apa yang mereka inginkan. Dan implikasi dari itu semua, pada akhirnya kita mampu membahagiakan orang tua. Merasa bahwa perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia. Kita menghargai setiap titik perjuangan yang mereka berikan untuk kita. Di masa tua, mereka hanya perlu beristirahat. Hanya perlu bermain-main dengan anak cucunya. Tidak ada lagi kerja keras, hanya doa. Itu saja. Giliran kita yang menafkahi mereka. Membalas apa yang telah mereka berikan untuk kita, meskipun itu sangat tidak cukup.

Kata John Quincy Adams, Presiden AS ke-6, “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more, and become more,, You’re a Leader.”

Kata Corazon Aquino, “You can never say, *No, I can’t do this!* True, you may not be able to do everything you take on, but you’ll undoubtedly accomplish some of it. That may not sound very heroic. But believe me, from such a humble notion, true heroism is born.”

Kakek adalah seorang pemimpin dan seorang pahlawan, baik untuk keluarganya atau orang di sekitarnya. Beliau mempu memberiku inspirasi untuk berbuat lebih dalam bentuk apapun.

“Biarkan keyakinan kamu 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu, yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja.. Dan hati yang akan bekerja keras dari biasanya.. Serta mulut yang akan selalu berdoa...” – 5 centimeter.

Kata Confucius, “Our greatest glory is not in never falling.. but in rising every time we fall”

Ujian Kenaikan Kelas - Just a Story


#Wondrous June :)

Long time no blog... hehe lagi boke’ buat beli pulsa modem. *curhat nih*

Ah,  senangnya Ujian Kenaikan Kelas telah usai. UKK menuju kelas XII berlangsung mulai tanggal 3 – 8 Juni. Aku merasa lebih antusias (ehm, koreksi : lebih was-was) pada UKK tahun ini. Why? Because, pertama, sebentar lagi akan menjadi siswi SMK tingkat akhir. Kedua, merasa belum siap dengan materi seabrek dengan tingkat kesulitan yang semakin menanjak dan yang paling parah, kurang cocok dengan guru produktif menimbulkan efek malas (tidak tertarik) dengan materi produktif. (oh, payah). Ketiga, UKK menggunakan LCD proyektor dengan alasan sekolah peduli lingkungan (adiwiyata – meminimalisir penggunaan kertas). Bagaimana kalau kau duduk di bangku paling belakang dengan keadaan mata ‘empat’? sangat tidak nyaman.

Antisipasi untuk apapun, aku belajar lebih giat dan lebih niat. Bekerja keras melahap materi-materi tersulit dan ku redam di memoriku. Sistem Kebut Semalam bersama kawan satu ma’had lumayan efektif. Pokoknya, apapun untuk UKK ini, I do it for ya.

Apapun yang sudah direncanakan sematang, semulus apapun, belum tentu dalam pelaksanaannya berjalan lancar seperti yang kita inginkan. Antisipasi, persiapan, skill, and Focus bentuk peminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Begitu pula saat UKK berlangsung. Banyak hal-hal tidak diinginkan terjadi, sampai sempat bikin aku gondok dan bad mood for few times. Aku selalu takut membayangkan bagaiman hasil UKK ini. Aku selalu berdo’a untuk ini. Aku takut mengecewakan orang tuaku. Melihat mereka tersenyum dengan hasil usahaku membuatku sangat cukup dan memotivasiku untuk berbuat lebih.

Dan alhamdulillah, setelah usaha-usaha ini, ridha Allah SWT, ridha guru, do’a orang tua, teman, orang-orang yang kucintai semua, hasilnya alhamdulillah memuaskan...

This World is for those who want to Fight.  ^^9

Man Jadda Wajada . Man Jadda Wajada . Man Jadda Wajada